Senin, 29 Desember 2014

Mengenal Lebih Dekat Gunung Berapi


Kita seringkali menyebut gunung berapi sebagai suatu kawasan yang menjulang ke atas hingga mencapai ribuan meter diatas permukaan laut. Selain itu, gunung sering dipahami sebagai permukaan daratan yang terdiri atas lereng lereng panjang, lembah atau ngrai yang dalam atau berpunggungan sempit yang tinggi. Kawasan di sekitar gunung berapi juga identik dengan iklim yang dingin. Gunung Berapi yang ada di indonesia tergolong sangat aktif karena seringkali menunjukkan tanda tanda kehidupannnya seperti gempa vulkanik, gempa letusan, gempa hembusan, tremor, asap yang muncul dari bawah kawah atau letusan letusan kecil.

Adapun struktur gunung berapi di indonesia:
- Magma
     Magma merupakan cairan silikat pijar bersuhu antara 9000 sampai dengan 14000 derajat celsius. Magma terdapat dalam bumi, dibawah tubuh gunung berapi.
- Kawah utama
     Kawah utama merupakan lubang erupsi yang berdiameter dua kilometer atau lebih, berada di bagian puncak gunung.
-Pipa Kawah:
     Pipa Kawah ialah suatu lubang atau rekahan yang merupakan bidang lemah pada kerak bumi, tempat magma menerobos ke permukaan bumi.

Gunung berapi juga mempunyai kerucut parasit, Akumulasi material hasil erupsi luar kawah utama memang menghasilkan bentuk menyerupai kerucut.

Berikut upaya upaya yang perlu dilakukan saat terjadi letusan sebagai berikut : 
  1. Menutup jendela, pintu, dan lubang angin
  2. Memasukkan kendaraan bermotor atau peralatan mesin lainnya.
  3. Memasukkan hewan peliharaan dan persediaan makanan ditempat yang lebih aman
  4. Menutup seluruh permukaan kulit tubuh dengan topi, masker, baju lengan panjang dan sepatu yang kuat dan tebal  untuk menghindari iritasi kulit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar